Terhangat :
    Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan

    Dibalik Meriahnya Acara Malam Puncak Kreasi Seni

    Dengan bergulirnya waktu yang semakin tidak terasa, kita juga semakin tidak merasakan kemunduran kesenian di Wilayah kita sendiri.

    Setelah tadi siang Pemerintah Desa Mandalamekar Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung mengadakan acara Jalan sehat yang dilanjutkan dengan pembagian hadiah dari Perlombaan perlombaan yang digelar, malam ini acara berlangsung yaitu Malam Puncak Kreasi Seni dalam hal Memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-69.

    Acara yang di Pelopori Pemerintah Desa Mnadalamekar bekerja sama dengan Karang Taruna Mekar Mulya Desa Mandalamekar Kec. Cimenyan Kab. Bandung mulai sekitar pukul 20.00 WIB yang diawali dengan Sambutan dari Kepala Desa Mandalamekar Ijang Suryana, sekitar 65% Undangan hadir dalam acara tersebut dari mulai Unsur RT, RW, Tokoh Masyarakat dan masyarakat itu sendiri.

    Sedangkan dalam Sambutannya Ijang Suryana sebagai Kepala Desa Mandalamekar menyampaikan rasa Syukur serta terima kasih kepada semua unsur yang ada di Wilayah Desa Mandalamekar Kec. Cimenyan Kab. Bandung terutama kepada RW-RW yang telah mengikuti acara maupun perlombaan yang di gelar Oleh Pihak Panitia.

    Karang Taruna Mekar Mulya Desa Mandalamekar Kec. Cimenyan Kab. Bandung

    Akan tetapi memang harus dengan lapang dada dari setiap RW yang ada di Wilayah Desa Mandalamekar menerima keputusan dari Pihak Panitia Penyelenggara yaitu disebabkan Perlombaan Karnaval yang biasanya ada Juaranya sedangkan untuk tahun ini tidak ada.

    " Rasa Syukur saya tak terhingga atas berlangsungnya acara demi acara yang diadakan hingga malam ini berjalan dan tak lupa ucapan terima kasih kepada Ketua RW RW yang ada di Wilayah Desa Mandalamekar yang senantiasa mendukung dalam setiap acara yang di adakan pihak Pemerintahan Desa Mandalamekar dan mudah-mudahan acara di tahun berikutnya semakin meriah lagi serta semua RW dapat mengikuti " Tegas Kepala Desa Mandalamekar.

    Namun disisi lain Point mencoba menyoroti permasalahan atas tanggapan-tanggapan sebagian masyarakat pelaku Seni Budaya yang ada di Wilayah Desa Mandalamekar Kec. Cimenyan Kab. Bandung bahwa Acara Puncak Malam Kreasi Seni ini alangkah lebih baiknya bila menampilkan Kesenian-kesenian dari Wilayah Desa Mandalamekar itu sendiri, memang kita tahu bahwa sebenarnya tak kurang Pelaku Seni dan Budaya yang ada di Wilayah Desa Mandalamekar ini yang Cukup baik untuk ditampilkan dalam mengisi acara seperti ini.

    Desa Mandalamekar yang kaya akan Budaya leluhur nantinya hanya akan jadi kenangan belaka sebab apabila dibiarkan saja Pelaku Seni Dan Budaya, tanpa adanya dari Pemerintahan setempat maka Kesenian yang ada di Wilayah Desa Mandalamekar tidak akan maju dan berkembang " Ucap salah satu warga.

    " Dan kami Selaku Pemerintahan Desa Mandalamekar setelahmengadakan rapat dengan Panitia Pelaksana yang biasanya Karnaval dijadikan ajang Perlombaan dan menjadi rebutan juara dari tiap RW, akan tetapi dikarnakan ada sesuatu hal maka Kai sepakat untuk tahun ini tidak ada juara dalam acara yang di gelar Tanggal 17 Agustus 2014 yang lalu dan kami memutuskan dengan pemberian Tropy Partisifasi " Tambah Kepala Desa Mandalamekar.

    Hingga berita ini diturunkan acara masih berlangsung dengan acara Puncak yaitu Orkes Dangdut, sedangkan para Tamu undangan seperti disebutkan diatas, tidak semua Tamu Undangan Hadir di acara yang di Gelar malam ini.

    Majunya suatu daerah atau wilayah baik dari segi Ekonomi Masyarakat, Cara berpikir Masyarakat ataupun maju dan mundurnya Seni dan Budaya yang ada tidak terlepas dari Peran serta dari Pemimpin wilayah tersebut, dukungan seorang Pemimpin yang menyeluruh ke semua bidang yang ada dilingkungan Masyarakat itulah yang diharapkan. ( Point )


    Perguruan Pencak Silat Ciung Wanara


     

    Pada sekitar Tahun 1950 adalah Cikal bakal berkembangnya Perguruan Pencak Silat yang ada di Desa Mandalamekar pada Tahun tersebut Perguruan Pencak Silat Di Pimpin oleh Bapak Carim (Alm) dan diteruskan oleh Bapak War’i sekitar Tahun 1962 setelah wafat nya pada War’i banyak juga penerus selanjutnya antara lain Bapak Kanda Wijarsi ( Abah Kanda ) (Alm) yang dimulai sekitar tahun 1970 dengan nama Paguron Pusaka Mekar Sajati,  Bapak Tisna (Alm), Bapak Aman serta Bah Datam (Alm) yang langsung memberi Nama Paguron dengan nama Gagak Lumayung setelah Guru-guru besar tersebut tiada maka Tambuk Pimpinan DPC P3S Gagak Lumayung tersebut Di Pimpin oleh Bapak Herman dan yang menjadi Wakil Ketua DPC Gagak Lumayung tersebut adalah Bapak Dase A Suhandi dengan Nama lain Paguron adalah Pusaka Mekar Sajati.






    PASANG SURUT SENI DAN BUDAYA ( PAGURON “ CIUNG WANARA “ )


    Seni dan budaya yang ada di Desa Mandalamekar memang cukup beragam dari mulai Angklung, Calung, Jaipong, Wayang Golek dan Kesenianserta yang sekarang lagi rame menjadi pembicaraan adalah Paguron Pencak Silat, dalam hal ini Desa Mandalamekar yang kaya dengan beragam kesenian dan Budaya sering kali dan selalu siap Tampil ke Depan.

    Kesenian di Desa Mandalamekar Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung memang sangat perlu diperhitungkan keberadaannya, akan tetapi dengan segala keterbatasan maka Kesenianpun tidak mampu berjalan secara maksimal atau apa yang diharapkan masih belum terlaksana, Info Desaku mencoba mewawancarai salah satu Tokoh Masyarakat yang sekaligus sebagai Wakil Ketua DPC P3S Gagak Lumayung serta Sebagai Guru Besar Paguron Ciung Wanara.

    Menurut Bapak Dase A Suhandi ( Guru Besar Ciung Wanara ) ditemui di Rumahnya bahwa maju mundurnya Seni dan Budaya Khususnya di Desa Mandalamekar tergantung pada adanya fasilitas penunjang dalam hal seni tersebut.

    “ Memang kalo dikatakan berat ya berat juga menjadi Guru atau disebut juga Sesepuh Paguron, disisi lain harus membesarkan Paguron tersebut dengan segala cara agar supaya Paguron Ciung Wanara menjadi Paguron yang benar benar berdiri kokoh dan menjadi Paguron yang bias menjadi Contoh bagi Paguron lain. “ Tegas Bapak Dase A Suhandi


    Sedikit melihat sejarah kebelakang berdirinya Paguron Paguron yang ada di Desa Mandalamekar tidak lepas dari peran serta Pupuhu Pupuhu atau Sesepuh-Sesepuh yang ada di Desa Mandalamekar, pada sekitar Tahun 1950 adalah Cikal bakal berkembangnya Perguruan Pencak Silat yang ada di Desa Mandalamekar pada Tahun tersebut Perguruan Pencak Silat Di Pimpin oleh Bapak Carim (Alm) dan diteruskan oleh Bapak War’i sekitar Tahun 1962 setelah wafat nya pada War’i banyak juga penerus selanjutnya antara lain Bapak Kanda Wijarsi ( Abah Kanda ) (Alm) yang dimulai sekitar tahun 1970 dengan nama Paguron Pusaka Mekar Sajati,  Bapak Tisna (Alm), Bapak Aman serta Bah Datam (Alm) yang langsung memberi Nama Paguron dengan nama Gagak Lumayung setelah Guru-guru besar tersebut tiada maka Tambuk Pimpinan DPC P3S Gagak Lumayung tersebut Di Pimpin oleh Bapak Herman dan yang menjadi Wakil Ketua DPC Gagak Lumayung tersebut adalah Bapak Dase A Suhandi dengan Nama lain Paguron adalah Pusaka Mekar Sajati.

    Sedikit banyaknya Paguran yang ada di Wilayah Desa Mandalamekar telah memberikan Konstribusi pada Kecamatan Cimenyan, pada dasarnya Paguron yang ada di Wilayah Desa Mandalamekar banyak turut serta pada epen epen tinkat Kabupaten bahkan tingkat Provinsi serkalipun.

    Akan tetapi di tegaskan oleh Guru Besar Paguron Ciung Wanara bahwa untuk saat ini Paguron yang ada di Desa Mandalamekar mengalami kendala yang sangat serius yaitu belum adanya tempat untuk berlatih Kesenian yang memadai seperti Gedung serbaguna untuk penunjang Seni Budaya yang ada di Wilayah Desa Mandalamekar.

    “ Untuk saat ini Saya sebagai Sesepuh Ciung Wanara merasa prihatin sebab terbatasnya tempat untuk berlatih sedangkan antusias anak anak cukup besar pada Pencak Silat ini, oleh sebab itu mungkin latihan latihan yang biasanya dilakukan tiap malam sekarang sudah hamper tiga bulan tidak kami lakukan dikarnakan cuaca yang tidak mendukung, banyaknya hujan tiap malam membuat kami tidak bias berlatih, dan kami sangat mengharapkan bantuan dari Pemerintah setempat maupun dari Pemerintah Daerah untuk bias memberikan sumbangsih pada kami agar mengupayakan Pembangunan Gedung Serbaguna demi lancarnya Seni dan Budaya yang ada di Desa Mandalamekar “ Kata Bapak Dese A Suhandi.

    Setelah diKompirmasi ke pada Kepala Desa Mandalamekar tentang Kendala tersebut, Kepala Desa Mandalamekar Bapak Ijang Suryana yang ditemui di kediamannya Jalan Panyandaan RT 04 RW 04 membenarkan adanya kendala untuk Kemajuan seni budaya yang ada di Desa Mandalamekar Kecamatan Cimenyan.


    “ Memang dulu saya pernah mengajukan Sarana dan Prasarana tersebut lewat Aspirasi ke Tingkat Provinsi akan tetapi sampai saat ini masih belum ada Realisasinya, yang Bapak Dase rasakan sama juga seperti yang saya rasakan bahwa untuk mencapai tingkat kemajuan yang lebih tinggi atau katakanlah bias berjalan itu tidak terlepas pad yang Namanya Gedung Kesenian, akan tetapi sekali lagi saya tegaskan saya akan terus berupaya untuk selalu mencari jalan keluar dari kendala tersebut Demi kemajuan Seni dan Budaya Khususnya yang ada di Desa Mandalamekar Kec. Cimenyan Kab. Bandung “ Kata Bapak Ijang Suryana selaku Kepala Desa Mandalamekar Periode 2013-2019

    Untuk saat ini Paguron Ciung Wanara yang di Pimpin Bapak Dase A Suhandi mengadakan Latihan Keliling dari satu Aula Desa ke Aula Desa yang lain, diharapkan kedepannya apa yang menjadi kendala Maju dan Mundurnya Seni Budaya yang ada di Desa Mandalamekar dapat dengan cepat terlealisasi dan diharapkan pula Kepada Pemerintahan Daerah maupun Provinsi dapat memberikan sumbangsihnya atau Konstribusi demi terwujudnya Gedung Kesenian di Desa Mandalamekar pada Khususnya dan Desa yang lain pada umumnya sebab dengan adanya seni dan budaya yang maju dapat pula suatu daerah atau Desa dikatakan maju “ Tambah Bapak Dase A suhandi.

    Desa Mandalamekar Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung merupakan Desa yang selalu berusaha untuk lebih maju dari Desa Desa yang lain terbukti dengan makin pesatnya kemajuan di bidang Teknologi dengan mendirikan blog Desa Mandalamekar yang dapat di akses oleh semua kalangan.

    Seni Budaya Dapat Mendorong Ekonomi Masyarakat

    Pemerintah Kabupaten Majalaengka mendorong keberadaan Seni dan Budaya yang ada di Kabupaten Majalengka untuk dapat membantu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Majalengka DR. H. Kama Sobahi, M.Pd pada kegiatan Festival Seni dan Budaya di Lapangan Pujasera Kabupaten Majalengka (31/5/2014). Ia menjelaskan, banyak potensi di Kabupaten Majalengka yang dapat digali, salah satunya adalah Seni dan Budaya.

    Menurut beliau, kegiatan Festival Seni dan Budaya ini merupakan salah satu ajang penggalian potensi Seni dan Budaya yang ada di Wilayah Kabupaten Majalengka.

    Dia meyakini, masih banyak potensi Seni dan Budaya di Kabupaten Majalengka, jika dilakukan penggalian sampai tingkat Kecamatan dan Desa. Tentunya seiring dengan dinamika pembangunan di Kabupaten Majalengka yang sedang bangkit dan berjuang maka seni dan budaya pun dapat memberikan konstribusi positifnya. Seni dan Budaya ini, kata dia, harus diperlihatkan, dipertontonkan dan dipasarkan sehingga dapat menjadi daya dorong peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat.

    Pernyataan senada diutarakan oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Majalengka Drs. Ahmad Siswanto, M.Pd. ia mengatakan Seni dan Budaya dapat mendorong pendapatan ekonomi masyarakat bila diolah secara profesional.

    Menurut dia, Kabupaten Majalengka mempunyai ragam seni dan budaya yang dapat diolah secara profesional. Untuk itu, Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Majalengka memberanikan diri untuk menyelenggarakan kegiatan Festival Seni dan Budaya, selain itu juga sebagai ajang hiburan yang sehat dan edukatif.

    Sebagaimana data yang di sampaikan pembawa acara Festival Seni dan Budaya, bahwa jumlah kesenian dan kebudayaan yang terdaftar di Kabupaten Majalengka sebanyak 335 grup, Keenian Organ Tunggal sebanyak 180 grup dan sisanya terdiri dari wayang kulit, kuda renggong dan kesenian lainnya. ( Agus )


     
    © 2010. Point - Hak Cipta di Lindungi Undang - Undang